Saturday, August 8, 2015

Summer Trip 2015: Los Angeles


Salah satu keuntungan tinggal di negara daratan (versus negara kepulauan seperti Indonesia) dengan infrastruktur yang baik adalah kemana-mana bisa ditempuh dengan menyetir. Untuk sampai ke Los Angeles kami menyetir  selama enam jam dari Davis, kota tempat tinggal kami. Tiga  tempat yang kami kunjungi selama di LA adalah Hollywood Sign, Hollywood Boulevard dan Venice Canal

1. Hollywood Sign
Kami berfoto di dua lokasi. Satu di lokasi yang sudah menjadi rahasia umum dan satu lagi di lokasi rahasia favorit kami. Ssssttt...

Bangga pakai blangkon :) 

Foto ini di lokasi rahasia kami.. Lebih dekat dengan tulisan Hollywood - nya :)

Saturday, August 1, 2015

Summer Trip 2015

Tidak terasa kami sudah 7 tahun tinggal di negeri Paman Sam. Orang sering bertanya: Kok gak pernah pulang? Kuat banget sih 7 tahun di sini? Gak kangen Indonesia ya? Aduh gimana ya, pasti kangenn.. tapi ada saja sebabnya kenapa tidak bisa pulang. Seringkali orang berpikir kalau tinggal di luar negeri pasti bawaannya senang-senang dan liburan terus padahal studi suami saya jauh lebih berat dari yang kami bayangkan. Intinya, meminjam istilah suami saya, "Gak lagi-lagi deh PhD!" haha... (Siapa juga yang mau ngambil PhD dua kali ya... ya ada aja sih, tapi yang pasti bukan kami).

Tentu saja bukannya kami tidak pernah liburan, sesekali pasti ada lah. Seperti liburan kali ini yang kami bilang the last hurrah sebelum kami kembali ke Indonesia. Persiapan liburan ini lumayan panjang karena kami harus menabung dulu, riset harga yang paling terjangkau, dan yang paling susah adalah cari waktu kapan suami saya ada waktu luang! Tidak seperti kerja kantoran yang waktunya dapat diprediksi, kehidupan mahasiswa ini tidak ada jadwal tetapnya. Pagi, siang, malam, akhir pekan, hari libur selalu kerja.. hiks.  Jadi, kalau ada kesempatan liburan seperti ini benar-benar kami syukuri dan nikmati.



Thursday, December 25, 2014

Selamat Natal dan Tahun Baru 2015

Setiap tahun sejak Jova lahir, keluarga kami memiliki tradisi foto bersama dan mengirimkannya ke teman dan keluarga sebagai kartu ucapan natal. Tradisi ini awalnya dimulai secara tidak sengaja karena saya menemukan kostum Santa seharga 25 cent untuk bayi usia 6 bulan di sebuah thrift store, alias toko bekas, di dekat apartemen kami.

Thrift Store ini merupakan thrift store favorite keluarga kami.
Banyak harta karun di dalamnya hehe..

Thursday, November 27, 2014

Tata Krama yang Perlu Dikuasai Anak

Aduh Bu, anaknya sopan sekali ya, kalau si Rama ini loh gak tau sopan santun kayak Bapaknya.

Biasanya saya tersenyum saja mendengar kalimat di atas :). Ada beberapa salah kaprah yang umumnya dipahami banyak orang mengenai sopan santun, yaitu asumsi bahwa tata krama / sopan santun adalah bagian dari genetik / keturunan dan bahwa nanti anak akan mengerti dengan sendirinya kalau sudah besar.


Anak tidak terlahir memiliki tata krama atau mewariskan sopan santun dari ayah atau ibunya. Anak-anak mempelajarinya dari orangtua yang meneladankan dan secara menyengaja mengajarkan sopan santun kepada anak-anaknya. Bisa dikatakan, rumah adalah sekolah di mana anak-anak mempelajari perilaku dan gaya hidup orangtuanya.

Friday, October 24, 2014

Seri Pendidikan Karakter: Hantar Makanan ke Tetangga Yuk!!

Sejak September 2014 ini Jova sudah mulai bersekolah di pre-school kelompok usia 3 tahun yang berlokasi tidak jauh dari rumah. Kenapa saya memilih sekolah ini? Karena sekolah ini menekankan pendidikan karakter sejak dini, sesuatu yang saya dan suami yakini.

Bulan Oktober ini tema pendidikan karakter di sekolah Jova adalah kindness. Jadi, supaya ada kesinambungan antara pendidikan di rumah dan di sekolah, maka saya juga mencoba membuat proyek yang dapat mendukung proses pembelajaran ini.

Setelah saya saya pikir-pikir proyek apa yang paling cocok yang bisa mendukung tema ini? Akhirnya saya putuskan untuk sama-sama membuat kue dan menghantarkannya untuk beberapa tetangga di kompleks apartment kami.

Hobi baru: memakai kaca mata hitam di mana pun dan kapan pun :)

Sunday, October 19, 2014

Tuhan, tolong buat saya suka masak...


Sejak kecil biasa dilayani
Masuk dapur tidak pernah berani
Malah trima usiran yang koyak nurani
Hanya memori sedih yang menemani

Dapur hanya untuk asisten
Bukan majikan yang keren
Alhasil sekarang senewen
Gak bisa seenaknya tunjuk dan pesen

Tuhan, tolong ubah hati
Agar bisa melayani
Melihat masak sebagai seni
Sediakan hidangan sehat yang dinanti

Tuhan, tolong buat saya suka masak
Bantu saya jadi ibu bijak
Jadi teladan bagi anak
Melihat masak bukan beban tapi hak

Saturday, October 18, 2014

Gratitude Journal

"When it comes to life the critical thing is whether you take things for granted or take them with gratitude."
~Gilbert K. Chesterton~